Hidup Itu Pilihan
Catatan kecil ini terinspirasi dari sebuah tempat yang khas dengan hiruk pikuk orang didalamnya. Saat itu Aku sedang menikmati libur lebaran di kota Yogyakarta. Saat malam selepas Isya’ seperti tiap kali kebiasaanku berkunjung di kota ini, Aku duduk-duduk di pojokan Malioboro dengan menikmati Wedang Ronde yang khas. Sambil makan, Aku lihat orang lalu-lalang berjalan melintasi tempatku duduk itu. Mereka beragam, ada yang wisatawan lokal, wisatawan asing, tukang becak, tukang delman, penjual kaos, penjual souvenir dan lain sebagainya. Mereka di tempat yang sama, tapi mereka berbeda. Ada yang wisata ada yang bekerja, ada yang penyedia jasa ada yang berdagang, ada yang kaya ada yang sederhana, ada yang tampil ganteng maksimal ada yang tampil apa adanya. Yah, hidup itu benar-benar berbeda, dan perbedaan itu berasal dari sebuah kata yang sering kita sebut “pilihan”. Kemudian setelah Wedang Ronde habis, Aku melihat handphone yang sedari tadi bergetar tanda beberapa notifikasi yang m...