Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Hidup Itu Pilihan

Catatan kecil ini terinspirasi dari sebuah tempat yang khas dengan hiruk pikuk orang didalamnya. Saat itu Aku sedang menikmati libur lebaran di kota Yogyakarta. Saat malam selepas Isya’ seperti tiap kali kebiasaanku berkunjung di kota ini, Aku duduk-duduk di pojokan Malioboro dengan menikmati Wedang Ronde yang khas. Sambil makan, Aku lihat orang lalu-lalang berjalan melintasi tempatku duduk itu. Mereka beragam, ada yang wisatawan lokal, wisatawan asing, tukang becak, tukang delman, penjual kaos, penjual souvenir dan lain sebagainya. Mereka di tempat yang sama, tapi mereka berbeda. Ada yang wisata ada yang bekerja, ada yang penyedia jasa ada yang berdagang, ada yang kaya ada yang sederhana, ada yang tampil ganteng maksimal ada yang tampil apa adanya. Yah, hidup itu benar-benar berbeda, dan perbedaan itu berasal dari sebuah kata yang sering kita sebut “pilihan”. Kemudian setelah Wedang Ronde habis, Aku melihat handphone yang sedari tadi bergetar tanda beberapa notifikasi yang m...

Aku adalah Panitia (Suka dan Duka)

Pernah kita sama sama susah Terperangkap didingin malam Terjerumus dalam lubang jalanan Digilas kaki sang waktu yang sombong Terjerat mimpi yang indah lelap Pernah kita sama-sama rasakan Panasnya mentari hanguskan hati Sampai saat kita nyaris tak percaya Bahwa roda nasib memang berputar Sahabat masing ingatkah kau Sementara hari terus berganti Engkau pergi dengan dendam membara di hati Cukup lama aku jalan sendiri Tanpa teman yang sanggup mengerti Hingga saat kita jumpa hari ini Tajamnya matamu tikam jiwaku Kau tampar bangkitkan aku sobat (Belum Ada Judul – Iwan Fals) Semenjak bergabungnya aku dalam Organisasi Intra Sekolah (OSIS) saat SMA dulu, kehidupanku saat itu seakan mengalami perubahan yang signifikan. Bagaimana tidak, saat SMP dulu aku merupakan seorang siswa yang cukup pasif dalam kegiatan sekolah bahkan hampir sebagian besar siswa seangkatanku saja tidak banyak yang mengenalku kecuali anak-anak...

Banyak

Banyak.. Ya banyak yang harus kita pelajari dalam kehidupan setiap hari. Seperti hari ini.. Aku berbicara banyak dengan teman-temanku, aku berbicara banyak dengan mereka tentang apa yang telah terjadi. Tapi ada satu pelajaran yang aku dapatkan bahwa kita jangan pernah mengatur orang lain sebelum kita bisa mengatur diri sendiri. Kenapa? Karena orang lain selalu melihat kita, mana mungkin mereka mau diatur oleh orang yang bisa jadi lebih buruk dari mereka. Aku rasa ini cukup mudah dipahami. Sebagai manusia, kita pernah merasa bahwa diri kita benar, ya benar untuk kita, belum tentu untuk orang lain. Banyak yang mereka nilai. Berangkat dari bagaimana cara kita bersikap, sangat penting, karena sikap yang kita tunjukkan akan  mencerminkan bagaimana kepribadian kita di mata mereka. Bagaimana cara kita bertingkah laku? Sudah sopankah kita? Sudah bagus kah kita dalam bertutur kata? Sudahkah kita berperilaku seperti apa yang telah diajarkan oleh norma dan agama? Kenapa mere...

Senyum Semangat Pendidikan Indonesia

Mimpi adalah kunci Untuk kita menaklukkan dunia Berlarilah tanpa lelah Sampai engkau meraihnya Laskar pelangi Takkan terikat waktu Bebaskan mimpimu di angkasa Warnai bintang di jiwa Menarilah dan terus tertawa Walau dunia tak seindah surga Bersyukurlah pada yang kuasa Cinta kita di dunia Selamanya Nidji - Laskar Pelangi Begitulah penggalan lirik lagu Laskar Pelangi yang dipopulerkan salah satu grup band Indonesia, yaitu Nidji. Lagu yang terilhami dari novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata tersebut menggambarkan bagaimana kehidupan sebuah sekolah di pelosok Nusantara yang memiliki semangat dan cita-cita besar untuk menaklukan dunia. Laskar pelangi mengingatkan saya pada sebuah sekolah di Rembang yang menjadi inspirasi bagi saya dalam menulis catatan saya kali ini. SDN Sambong Payak adalah sebuah sekolah dasar negeri yang berada di Desa Sambong Payak, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sekolah ini merupakan salah satu tempat ket...