Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Tanggapanku Mengenai Polemik Pemutaran Kembali Film Pengkhianatan G30S/PKI

Gambar
Sumber: wikipedia.id Seperti yang diketahui akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI. Bahkan banyak nonton bareng (nobar) yang diadakan dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satu saluran televisi besar nasional pun tak mau ketinggalan menayangkan film ini. Tidak hanya di kalangan masyarakat biasa, TNI di bawah pimpinan Jenderal Gatot Nurmantyo pun menerbitkan aturan dan anjuran untuk menonton kembali film ini bersama-sama bagi para anggotanya di seluruh Indonesia. Fim Pengkhianatan G30S/PKI yang diproduksi pada tahun 1984 ini diangkat dari kisah nyata. Film hasil karya Arifin C. Noer yang diproduseri oleh G. Dwipayana dari Perum Perusahaan Film Negara (PPFN) ini menceritakanan kelicikan dan kekejian PKI dalam melakukan usaha kudeta pada waktu itu. Seluruh adegan film ini didasarkan pada riset dan versi dari pemerintah Soeharto saat itu. Meski banyak yang mengatakan bahwa film ini memiliki beberapa adegan yang berbeda versi dengan kejad...

Ada Kereta di Papua, Indonesia Adil Sejahtera

      Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan ribuan pulau yang berjajar dari sabang hingga merauke. Negara dengan keragaman budaya yang tiada habisnya. Negara dengan potensi dan kekayaan alam yang melimpah. Negara yang seharusnya memiliki kesejahteraan ekonomi yang merata bagi masyarakatnya. Namun, tampaknya realita yang kita hadapi saat ini justru bertolak belakang dengan apa yang seharusnya.      Inilah kondisi saat ini negeri kita. Tunggu, hal ini tidaklah bermaksud mendramatisir suasana dengan bermain kata, tapi sekali lagi, inilah relitanya. Meski sejak tahun 2000 angka kemiskinan Indonesia terus menurun, namun ketimpangan dan kesenjangan ekonomi di Indonesia nyatanya masih terjadi. Dikutip dari portal berita online BBC Indonesia, menurut Oxfam kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia sama dengan kekayaan 100 juta penduduk miskin di Indonesia.        Sungguh mengherankan. Ini adalah tantangan bagi pemeri...

Indonesia adalah Harga Diri

Gambar
sumber: dokumentasi pribadi Si Budi kecil kuyup menggigil Menahan dingin tanpa jas hujan Di simpang jalan Tugu Pancoran Tunggu pembeli jajakan Koran Menjelang maghrib hujan tak reda Si Budi murung menghitung laba Surat kabar sore dijual malam Selepas Isya’ melangkah pulang Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu tergepal             Yah, itulah sepenggal lirik lagu miliki salah satu penyanyi legendaris Indonesia, Iwan fals. Sebuah lagu berjudul “Sore Tugu Pancoran” yang menginspirasiku dalam membuat sebuah coretan sederhana ini. Coretan yang menceritakan tentang perasaan dan harapan. Perasaan tak tahan ketika melihat saudaraku sesama rakyat Indonesia hidup terlunta-lunta di jalanan. Serta harapan untuk bangsaku di masa depan.      ...