Banyak
Banyak..
Ya banyak yang harus kita pelajari dalam kehidupan setiap hari.
Seperti hari ini..
Aku berbicara banyak dengan teman-temanku, aku berbicara banyak dengan mereka tentang apa yang telah terjadi. Tapi ada satu pelajaran yang aku dapatkan bahwa kita jangan pernah mengatur orang lain sebelum kita bisa mengatur diri sendiri.
Kenapa?
Karena orang lain selalu melihat kita, mana mungkin mereka mau diatur oleh orang yang bisa jadi lebih buruk dari mereka. Aku rasa ini cukup mudah dipahami.
Sebagai manusia, kita pernah merasa bahwa diri kita benar, ya benar untuk kita, belum tentu untuk orang lain. Banyak yang mereka nilai.
Berangkat dari bagaimana cara kita bersikap, sangat penting, karena sikap yang kita tunjukkan akan
mencerminkan bagaimana kepribadian kita di mata mereka.
Bagaimana cara kita bertingkah laku? Sudah sopankah kita? Sudah bagus kah kita dalam bertutur kata? Sudahkah kita berperilaku seperti apa yang telah diajarkan oleh norma dan agama?
Kenapa mereka tidak bisa menghargai aku?
Lho, kita bertanya seperti itu, tapi sudahkah kita menghargai mereka, jangankan dengan perilaku dan perkataan, dalam pikiran saja apakah kita sudah mampu berpikiran positif kepada mereka? Sepertinya yang lebih sering kita lakukan adalah kita lebih sering berpikiran negatif kepada mereka.
Lantas, kenapa mereka tidak mempercayaiku?
Kembali lagi, bahwa yang mereka percayai adalah orang yang bisa menjadi panutan bagi mereka. Bung Karno, Gus Dur, hingga yang terbaru Ridwan Kamil adalah contoh nyata bahwa masyarakat akan mempercayai orang yang dapat menjadi panutan mereka.
Itu saja?
Tidak.. ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan kita dalam mengatur orang lain dalam sebuah tugas.
Kedekatan..
Kenyamanan..
Kebijaksanaan..
Adalah sebagian hal kecil yang harus kita berikan. Kenapa sebagian kecil, karena hal ini tidak bisa jika hanya dituliskan dalam sebuah catatan kecil seperti ini. Masih baaaanyaakk hal yang harus dipelajari, apalagi dalam era yang dinamis saat ini, dimana semua keadaan dapat berubah dengan begitu cepatnya.
Manusia adalah manusia, hidup adalah hidup, dan kita tak pernah tahu apa yang akan kita alami dalam hidup kita sebagai manusia.
Mungkin kamu bingung membaca maksud dari tulisan ini, tapi aku tidak, itulah maksudku menulis tulisan ini.
Ardy Farreza Budiman
Ya banyak yang harus kita pelajari dalam kehidupan setiap hari.
Seperti hari ini..
Aku berbicara banyak dengan teman-temanku, aku berbicara banyak dengan mereka tentang apa yang telah terjadi. Tapi ada satu pelajaran yang aku dapatkan bahwa kita jangan pernah mengatur orang lain sebelum kita bisa mengatur diri sendiri.
Kenapa?
Karena orang lain selalu melihat kita, mana mungkin mereka mau diatur oleh orang yang bisa jadi lebih buruk dari mereka. Aku rasa ini cukup mudah dipahami.
Sebagai manusia, kita pernah merasa bahwa diri kita benar, ya benar untuk kita, belum tentu untuk orang lain. Banyak yang mereka nilai.
Berangkat dari bagaimana cara kita bersikap, sangat penting, karena sikap yang kita tunjukkan akan
mencerminkan bagaimana kepribadian kita di mata mereka.
Bagaimana cara kita bertingkah laku? Sudah sopankah kita? Sudah bagus kah kita dalam bertutur kata? Sudahkah kita berperilaku seperti apa yang telah diajarkan oleh norma dan agama?
Kenapa mereka tidak bisa menghargai aku?
Lho, kita bertanya seperti itu, tapi sudahkah kita menghargai mereka, jangankan dengan perilaku dan perkataan, dalam pikiran saja apakah kita sudah mampu berpikiran positif kepada mereka? Sepertinya yang lebih sering kita lakukan adalah kita lebih sering berpikiran negatif kepada mereka.
Lantas, kenapa mereka tidak mempercayaiku?
Kembali lagi, bahwa yang mereka percayai adalah orang yang bisa menjadi panutan bagi mereka. Bung Karno, Gus Dur, hingga yang terbaru Ridwan Kamil adalah contoh nyata bahwa masyarakat akan mempercayai orang yang dapat menjadi panutan mereka.
Itu saja?
Tidak.. ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan kita dalam mengatur orang lain dalam sebuah tugas.
Kedekatan..
Kenyamanan..
Kebijaksanaan..
Adalah sebagian hal kecil yang harus kita berikan. Kenapa sebagian kecil, karena hal ini tidak bisa jika hanya dituliskan dalam sebuah catatan kecil seperti ini. Masih baaaanyaakk hal yang harus dipelajari, apalagi dalam era yang dinamis saat ini, dimana semua keadaan dapat berubah dengan begitu cepatnya.
Manusia adalah manusia, hidup adalah hidup, dan kita tak pernah tahu apa yang akan kita alami dalam hidup kita sebagai manusia.
Mungkin kamu bingung membaca maksud dari tulisan ini, tapi aku tidak, itulah maksudku menulis tulisan ini.
Ardy Farreza Budiman
Komentar
Posting Komentar