Hidup Itu Pilihan
Catatan kecil ini terinspirasi dari sebuah tempat yang khas dengan
hiruk pikuk orang didalamnya. Saat itu Aku sedang menikmati libur lebaran di
kota Yogyakarta. Saat malam selepas Isya’
seperti tiap kali kebiasaanku berkunjung di kota ini, Aku duduk-duduk di
pojokan Malioboro dengan menikmati Wedang Ronde yang khas. Sambil makan, Aku
lihat orang lalu-lalang berjalan melintasi tempatku duduk itu. Mereka beragam,
ada yang wisatawan lokal, wisatawan asing, tukang becak, tukang delman, penjual
kaos, penjual souvenir dan lain sebagainya. Mereka di tempat yang sama, tapi
mereka berbeda. Ada yang wisata ada yang bekerja, ada yang penyedia jasa ada
yang berdagang, ada yang kaya ada yang sederhana, ada yang tampil ganteng
maksimal ada yang tampil apa adanya. Yah, hidup itu benar-benar berbeda, dan
perbedaan itu berasal dari sebuah kata yang sering kita sebut “pilihan”.
Kemudian setelah Wedang Ronde habis, Aku melihat handphone yang sedari tadi bergetar
tanda beberapa notifikasi yang masuk. Aku buka di salah satu sosial media yang
memiliki fungsi komunikasi dan disana telah banyak pesan masuk dari berbagai
grup obrolan yang aku ikuti. Di salah satu grup itu ternyata terjadi perdebatan
tentang salah satu isu nasional yang saat itu sedang menjadi trending topic. Ternyata ada kesamaan
antara Malioboro dengan grup obrolan itu, yakni di tempat yang sama tapi mereka
berbeda. Saat itulah kemudian Aku berpikir bahwa..
“Hidup Adalah Pilihan”
Setiap orang bebas menentukan hidupnya sendiri.
Setiap orang bebas menentukan pilihannya sendiri.
Setiap orang bebas menentukan caranya sendiri.
Setiap orang bebas menentukan pemikirannya sendiri.
Setiap orang bebas menentukan sikapnya sendiri.
Setiap orang bebas menentukan pilihannya sendiri.
Setiap orang bebas menentukan caranya sendiri.
Setiap orang bebas menentukan pemikirannya sendiri.
Setiap orang bebas menentukan sikapnya sendiri.
Itulah mengapa terjadi perbedaan.
Itulah mengapa ada berbagai macam sudut pandang.
Itulah mengapa kita harus memiliki toleransi.
Itulah mengapa kita tidak bisa memaksa orang lain untuk berpikir dan bersikap sama seperti kita.
Itulah mengapa orang lain tak pernah memaksa kita untuk sama dengan mereka.
Itulah mengapa ada berbagai macam sudut pandang.
Itulah mengapa kita harus memiliki toleransi.
Itulah mengapa kita tidak bisa memaksa orang lain untuk berpikir dan bersikap sama seperti kita.
Itulah mengapa orang lain tak pernah memaksa kita untuk sama dengan mereka.
Selama tidak merugikan orang lain kita tidak bisa melarangnya.
Selama tidak menyalahi syariat agama kita tidak berhak memusuhinya.
Selama tidak ada hubungannya dengan kehidupan kita, mereka bebas menentukan pilihannya.
Selama tidak menyalahi syariat agama kita tidak berhak memusuhinya.
Selama tidak ada hubungannya dengan kehidupan kita, mereka bebas menentukan pilihannya.
Kita sering melakukan justifikasi tanpa tahu maksud mereka
sebenarnya.
Kita sering mengambil kesimpulan yang salah di awal tanpa tahu tujuan akhirnya.
Kita sering menunjukkan sikap ketidaksukaan terhadap kelakuan orang lain tanpa tahu alasan orang itu melakukannya.
Kita sering mengambil kesimpulan yang salah di awal tanpa tahu tujuan akhirnya.
Kita sering menunjukkan sikap ketidaksukaan terhadap kelakuan orang lain tanpa tahu alasan orang itu melakukannya.
Kita bicara tentang hidup orang.
Dimana masing-masing orang punya pilihan.
Kita bicara tentang pilihan.
Dimana setiap pilihan ada sudut pandang positif dan negatifnya.
Kita bicara tentang sudut pandang.
Dimana setiap orang memiliki derajat sudut pandang yang berbeda.
Kita bicara tentang perbedaan.
Dimana perbedaan harus tetap berjalan berdampingan.
Dimana masing-masing orang punya pilihan.
Kita bicara tentang pilihan.
Dimana setiap pilihan ada sudut pandang positif dan negatifnya.
Kita bicara tentang sudut pandang.
Dimana setiap orang memiliki derajat sudut pandang yang berbeda.
Kita bicara tentang perbedaan.
Dimana perbedaan harus tetap berjalan berdampingan.
Sekali lagi mau susah senang, sulit mudah, ataupun enak tidak enak
semua memiliki pertimbangannya sendiri-sendiri.
Setiap keputusan seseorang pasti ada dasarnya, pasti ada alasan kuat dibaliknya.
Kita harus menghargai dan menghormati itu.
Setiap keputusan seseorang pasti ada dasarnya, pasti ada alasan kuat dibaliknya.
Kita harus menghargai dan menghormati itu.
Hal sederhana yang sering kita lupakan.
Tak perlu memaksa orang lain untuk menjadi apa yang kita mau,
karena kita sendiripun dilahirkan bukan untuk menjadi orang lain.
Sama halnya
ketika hewan enggan untuk diharuskan menjadi tumbuhan.
Yang terpenting dalam hidup ini adalah setiap apa yang kita
lakukan sebisa mungkin bermanfaat untuk orang lain.
Sebisa mungkin tidak
merugikan orang lain.
Sebisa mungkin setiap perbuatan kita menjadikan amal
saleh kita di dunia.
Ardy Farreza Budiman
Komentar
Posting Komentar