Indonesia adalah Harga Diri





sumber: dokumentasi pribadi


Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan Tugu Pancoran
Tunggu pembeli jajakan Koran

Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas Isya’ melangkah pulang

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu tergepal

            Yah, itulah sepenggal lirik lagu miliki salah satu penyanyi legendaris Indonesia, Iwan fals. Sebuah lagu berjudul “Sore Tugu Pancoran” yang menginspirasiku dalam membuat sebuah coretan sederhana ini. Coretan yang menceritakan tentang perasaan dan harapan. Perasaan tak tahan ketika melihat saudaraku sesama rakyat Indonesia hidup terlunta-lunta di jalanan. Serta harapan untuk bangsaku di masa depan.
            Inilah kenyataan yang terjadi di negara Indonesia tercinta. Negara yang tentunya juga sangat mereka cintai meski harus hidup di jalanan. Yah.. mereka mencintai negera ini, tapi apakah Negara ini mencintai mereka? Ya tentu saja, tak ada satu pun Negara yang menginginkan rakyatnya hidup dalam garis kemiskinan, dan tak ada satu pun Negara yang ingin melihat rakyatnya menggantungkan hidup di jalanan hanya untuk sesuap nasi setiap hari. Tak ada satupun Negara yang tega melihat rakyatnya sengsara sementara para penguasanya berleha-leha dengan kekayaannya.
            Tapi kita harus ingat, tak ada satu pun Negara yang dapat mewujudkan kesejahteraan untuk rakyatnya tanpa adanya dukungan dan sumbangsih rakyat itu sendiri. Karena Negara dan pemerintah sejatinya dibentuk dari rakyat dan untuk rakyat. Negara wajib melindungi rakyat, Negara wajib melayani rakyat dan Negara wajib menjamin hak-hak setiap rakyatnya. Begitu juga sebaliknya, rakyat harus mampu bersama-sama melindungi Negara ini, rakyat harus mampu bersama-sama membangun Negara ini, dan rakyat harus mampu bersama-sama menjalankan apa yang telah menjadi kewajiban di Negara ini.
            Indonesia adalah Negara kaya, kaya sumber daya alamnya, kaya sumber daya manusianya, dan kaya akan talentanya. Tapi di lain sisi realita yang terjadi saat ini adalah Indonesia memang kaya, tapi kaya koruptornya, kaya retorika politiknya dan kaya kriminalitasnya. Kita semua tahu bahwa Indonesia adalah salah satu Negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia. Kita semua tahu bahwa setiap 5 tahun sekali banyak janji-janji politik ditebarkan dengan dalih ingin mensejahterkan Negara ini.
Tapi lihat, masih banyak orang tidur di jalan, masih banyak anak kecil menjadi loper koran, masih banyak maling-maling di kampung berkeliaran. Mengapa terjadi? Itu semua karena “nasi” mereka dicuri. Oleh siapa? Tentu kita semua tahu siapa yang mencurinya. Setiap saat kita berharap korupsi tak akan terjadi lagi. Kita berharap kriminalitas tak kan terjadi lagi. Kita semua berharap hal itu tak akan terus terjadi.
Rakyat menginginkan kesejahteraan, menginginkan perdamaian,  menginginkan Indonesia yang mencintai rakyatnya. Itu dapat kita wujudkan bila kita sebagai rakyat Indonesia bergerak bersama-sama layaknya para pahlawan yang sukses mengusir penjajah dari bumi pertiwi dahulu. Negara ini membutuhkan dukungan kita. Dukungan terhadap program-program dalam menumpas korupsi, menjamin keamanan dan kenyamanan rakyatnya, serta mengentas angka kemiskinan di Indonesia.
Jika kita melihat lebih ke dalam, Indonesia sebenarnya adalah Negara dengan potensi yang luar biasa. Tak hanya alam, namun juga talenta-talenta pebisnisnya. Banyak pengusaha muda sukses asal Indonesia yang mampu bersaing dalam persaingan bisnis global. Banyak perusahaan swasta maupun milik Negara yang telah mampu menunjukkan taringnya di persaingan bisnis dunia. Maka dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya banyak sekali orang kaya di Indonesia.
            Ini adalah motivasi. Motivasi untuk bisa menjadi seperti mereka. Menjadi pengusaha yang sukses di Indonesia bahkan dunia. Ketika Aku mampu mewujudkan itu, tantangan selanjutnya adalah sejauh mana bhaktiku untuk Indonesia tercinta? Tentu itu yang menjadi harapanku, menjadi seorang pengusaha sukses yang mampu bermanfaat bagi orang lain khususnya masyarakat Indonesia.
Jika Aku sukses nanti, aku tak ingin lagi melihat anak Indonesia terlunta-lunta hidup di jalanan. Dipaksa mengais rezeki agar keluarga tak mati. Tak semestinya anak seusia mereka menanggung beban hidup yang seberat itu. Mereka harus sekolah, mereka harus mengejar cita-cita mereka. Ketika dewasa mereka harus mampu menjadi orang Indonesia yang berkualitas dan mampu menebar kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar mereka. Indonesia harus mampu menjadi Negara yang ramah untuk mereka. Negara yang mampu menjamin hak-hak mereka sebagai anak bangsa. Dan Negara yang siap membimbing mereka sebagai calon penerus pemimpin bangsa.
            Jika aku sukses nanti, aku tak ingin melihat pemuda mati suri tenggelam oleh perkembangan teknologi. Mereka harus memiliki keterampilan, mereka harus memiliki keahlian dan mereka harus memiliki semangat berwirausaha. Akan menjadi sebuah hal luar biasa apabila ada seorang pengusaha yang mampu menciptakan ratusan bahkan ribuan pengusaha lainnya. Bayangkan bagaimana pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan semakin banyaknya pengusaha di Indonesia yang sukses. Selain mampu menambah pemasukan negara tentu juga dapat menyerap tenaga kerja yang secara otomatis akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
            Jika aku sukses nanti, aku ingin melihat Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Menjadi Negara yang bermartabat dan disegani di dunia. Menjadi Negara yang adil, makmur dan sejahtera secara ekonomi. Serta menjadi Negara yang gandrung akan perdamaian dan kerukunan sesama rakyatnya.
            Yah, kita semua tahu bahwa banyak sekali potensi di Negara ini. Kini tinggal bagaimana kita sebagai warga Negara yang baik dapat membantu Negara ini memecahkan permasalahan kemiskinan yang terjadi. Seluruh rakyat Indonesia tentu harus mampu bersatu menjadi  satu kesatuan sesuai cita-cita NKRI. 
Pengusaha dan masyarakat harus mampu menjadi mitra yang baik dalam membangun ekonomi. Kesuksesan pribadi tiada arti tanpa rasa saling mengasihi. Kita harus seperti padi, semakin berisi bukan berarti semakin menjulang tinggi. Tapi semakin berisi kita harus tetap membumi.
Kesuksesan memiliki banyak arti dan berbagai sudut pandang. Belum tentu kesuksesan yang aku yakini sama dengan yang orang lain yakini. Belum tentu cara yang aku jalani sejalan dengan orang lain. Semua hanyalah soal cara dan sudut pandang. Toleransi adalah harga mati. Indonesia Negara dengan berbagai suku bangsa. Indonesia Negara dengan berbagai budaya dan agama. Tapi kita punya prinsip, yakni Negara Bhinneka Tunggal Ika yang berlandaskan pada kesaktian Pancasila.
Aku tinggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya.”(Bung Karno). Itulah semangat yang dahulu didengungkan Bung Karno sebagai Sang Proklamator Bangsa. Kita harus percaya bahwa kemakmuran Indonesia bukanlah sebatas mimpi. Kemakmuran Indonesia adalah cita-cita yang harus diperjuangkan dan diwujudkan. Ini adalah saatnya, saat yang tepat untuk mulai mengejar mimpi dan mewujudkan cita-cita bumi pertiwi. Indonesia adalah Harga Diri!

“URIP SING NGURIPI”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senyum Semangat Pendidikan Indonesia

Banyak

Sepak Bola Kita (Indonesia)