DUIT ADALAH JAMINAN KEBAHAGIAN, SETUJU? HARUS!

(Pasti banyak yang tidak setuju dengan judul di atas. Nah, jika duit bukanlah jaminan kebahagiaan lalu apa kebahagiaan itu?)

Kebahagiaan adalah ketika kita mampu mengerjakan sesuatu sesuai dengan apa yang kita senangi. Lebih bagus lagi kalau hal yang kita senangi itu mampu menghasilkan pendapatan alias duit. 

(Ujung-ujungnya duit dong?)

Ya memang, dalam hidup kita memang membutuhkan duit, tapi yang harus kita ingat, duit itu sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita.

(Tapi kan setiap orang pasti punya keinginan tertentu?)

Oh ya pasti, boleh-boleh saja. Tapi keinginan harus disesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing dalam memenuhinya. Karena keinginanmu itu belum tentu menjamin kebahagiaanmu.

(Lalu apa lagi yang bisa bikin bahagia selain dapat duit dari hal yang kita senangi?)

Duit memang alat yang bisa membeli kebahagiaan, tapi kebahagiaan yang tidak bisa kita beli adalah ketika kita bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk orang lain dan membuat mereka tersenyum bahagia. Itulah kebahagiaan yang harus kita kejar setelah punya duit.

(Siapa orang lain itu, apa hubungannya sama kita?)

Jangan salah, orang lain yang dimaksud bukan hanya orang-orang diluar sana yang belum kita kenal sebelumnya. Tapi orang tua, saudara-saudara, anak dan istri kelak yang mendampingi adalah orang-orang pertama yang harus bisa merasakan manfaat dari apa yang kita kerjakan. 

(Lalu kapan kita bisa memulai kebahagiaan itu?)

Sekarang. Lakukan apa yang menjadi tanggungjawabmu saat ini sepenuh hati. Jika kamu sudah memilih, maka selesaikanlah. 

(Hanya sebatas itu?)

Tenang, fase kehidupan akan terus berjalanan. Mereka akan datang silih berganti sesuai prosesnya.

(Bagaimana jika kita gagal?)

Apakah ketika gagal mengartikan bahwa kamu telah mati? Tidak. Selama nafas berhembus tidak ada yang tidak bisa. Gagal coba lagi. 

(Kalau gagal terus gimana?)

Coba lagi. Awali dengan intropeksi, evaluasi, perbaiki kekurangan. Gagal ya coba lagi. Masih gagal ya coba lagi. Namanya juga berproses.

(Tapi aku takut tidak kuat menjalaninya?)

Apa kamu sudah menjalaninya? Bagaimana kamu bisa mengatakan kamu tidak kuat? Jalanin aja belum. Lalu kenapa kamu takut? Takut hanya kepada Allah. Tuhan semesta alam Yang Maha Kuasa atas segala kehidupan.

(Ketika gagal kepada siapakah aku meminta pertolongan?)

Allah, karena beliau adalah Dzat yang Maha Mengetahui atas segala urusan di dunia. Hanya Allah yang apa yang terjadi dalam kehidupan di masa yang akan datang. Tugasmu adalah Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakkal (DUIT).

Oh jadi DUIT yang dimaksud itu.. 
Jadi kalau ingin bahagia ya harus pakai DUIT.
Ingin sukses ya pakai DUIT.
Ingin hati tentram ya pakai DUIT.

D-oa agar semuanya lancar dan mendapat ridho Allah.
U-saha dan kerja keras sebagai cara untuk mencapainya.
I-khlas terhadap hasil yang didapat karena rezeki Allah yang mengatur.
T-awakkal kepada Allah dalam setiap usaha entah apapun hasilnya nanti.

Semua butuh DUIT.


Ardy Farreza Budiman.
Ditulis pukul 01.00 dini hari.
Dikutip dari berbagai sumber (kajian agama, nasihat orang tua, motivasi dospem, quotes tokoh, naskah film, caption, storygram teman, promo online, status facebook, tweet war, dll)

*tulisan ini saya buat semata-mata hanya untuk menuangkan pikiran dan kata-kata yang menurut saya inspiratif saja. Tidak ada maksud menyinggung atau menyakiti orang lain atau golongan tertentu.

Jangan lupa, D-U-I-T !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senyum Semangat Pendidikan Indonesia

Banyak

Sepak Bola Kita (Indonesia)